Warga Bodetabek boleh mengeluh soal kota Jakarta 

Pada malam hari Jakarta diisi sekitar 8,51 juta jiwa (Dinas Kependudukan DKI, Maret 2009), dan pada siang hari mungkin sekitar 11 juta. Para penambah itu adalah warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang bekerja di Ibu Kota. Sebagian besar (banget) dari mereka tak ber-KTP DKI. Setoran pajak mereka pun (misalnya pajak kendaraan) tak disetor ke DKI, tapi emisinya dibagi ke DKI.

Mereka itu, selain mengais nafkah di Jakarta, juga memberikan kontribusi ekonomi -- sekalian menyumbang polusi dan bahkan ikut mengisi tanki septik Ibu Kota sekalian mengambil air tanah Jakarta.

Jika warga Bodetabek secara serentak bolos kerja seminggu, maka bukan hanya mereka sendiri yang rugi karena Jakarta pun ikut rugi. Jadi meskipun bukan warga resmi mereka boleh mengeluhkan soal kota Jakarta kepada pemprov DKI.

Lakukan login untuk menentukan sikap di debat ini.

7 Komentar → Kirim Komentar

PRO/SETUJU       KONTRA/TIDAK SETUJU
  •  donnyreza20 Januari 2010, 00:14

    mengeluh artinya peduli ...

  •  mbah_wir09 Januari 2010, 02:15

    1. DKI Jakarta adalah kota terbuka 2. De facto warga Bodetabek adalah stakeholder kota Jakarta 3. DKI Jakarta dan Bodetabek adalah wilayah NKRI

  •  hedi08 Januari 2010, 14:54

    ya boleh dong...tempatku sama jakarta cuma sejengkal langkah aja...lebih berasa jakarta dari pada bogor big grin

  •  Wina08 Januari 2010, 09:20

    Jangankan Bodetabek, Jakarta ini milik seluruh rakyat Indonesia. Pendapatan Daerah DKI Jakarta ini sebagian besar dari kantor-kantor pusat padahal operasinya di daerah.

  •  Happy06 Januari 2010, 19:22

    Setuju. Bukankah aktifitas --dan tentu juga kontribusi-- warga Bodetabek itu terhadap Jakarta juga besar mengingat sebagain besar waktu mereka dihabiskan di Jakarta?

  •  chaochen14 Januari 2010, 21:27

    gw sadar kok, terkadang gw sendiri suka nyari" masalah dan nimbulin masalah juga

Ke atas

Lakukan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar


Mengapa wanita suka pipis rombongan? »